Minggu, 14 Juli 2013

Saat Firman Tuhan Tinggal Dekat Dengan Hidupku



"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil" Mazmur 1 : 1 - 3

Saat Firman Tuhan dekat di pikiranku,
Aku akan mengetahui hal apa yang Tuhan mau,
hal apa yang Tuhan sukai, hal apa yang kudus dan berkenan di hatiNya,
dan bagaimana Ia memikirkan aku dan setiap anak-anakNya.
Saat Firman Tuhan dekat di lidahku,
Ucapan syukur akan tetap diam dalam mulutku,
dan aku akan mengatakan perkataan-perkataanNya yang manis didengar,
yang menyegarkan jiwa, yang menyembuhkan hati, yang menguatkan iman,
dan yang membangkitkan semangat.
Saat Firman Tuhan dekat di hatiku,
Aku akan dapat merasakan detak jantung Tuhan bagi jiwa yang terhilang,
Aku akan dapat mengerti tentang perkenananNya yang mulia,
Aku akan dapat mengalami bagaimana kasihNya mampu melenyapkan ketakutan dan kekuatiran di setiap sudut ruang hatiku.

Saat Firman Tuhan dekat di mataku,
Aku hanya akan melihat bahwa Bapa Penolongku jauh lebih besar dari masalahku,
rencana Tuhan penulis hidupku jauh lebih indah dari rencanaku,
dan visi Allahku yang perkasa jauh lebih mulia dari apa yang dapat aku lihat dengan mata jasmaniku.

Demikianlah hidupku di tangan Tuhan, dan saat FirmanNya tinggal dekat dengan hidupku,
Ia akan terus membawaku kepada kemenangan demi kemenangan.
 

Aku tidak pernah melihat sebuah kalimat datang dalam gumpalan asap di hadapanku yang bertuliskan : "Tenanglah nak, jangan takut, Aku di sini".
Namun, aku dapat merasakan di saat-saat sulit ataupun senang Dia berada di sisiku menenangkan dan menghiburku.
Aku tidak pernah mendengar sebuah suara menggema di dalam kamarku di tengah malam sambil berkata : "Aku mengasihimu dan menerimamu sepenuhnya".
Namun, aku mendengar di dalam ruang hatiku perkataanNya bahwa aku dikasihi dan berkenan, yang menjadi kekuatan saat aku mengalami penolakan dan kehilangan kepercayaan diriku.
Meskipun Allah tidak terlihat oleh mata jasmaniku, aku dapat melihat dengan imanku : bagaimana tanganNya tidak pernah terlambat untuk mengangkatku. Bagaimana telingaNya tidak kurang tajam untuk mendengar setiap doaku.
Tanpa terdengar, tanpa terlihat, tanpa dapat disentuh, penyertaan Allah nyata dalam setiap langkahku. PertolonganNya terukir dalam setiap musim di hidupku.
Setiap perbuatanNya yang ajaib tertulis dan dapat dibaca dalam setiap lembaran cerita hidupku, baik itu peristiwa-peristiwa susah yang mengharuskan aku berlutut, ataupun kemenangan yang membawa sukacita yang membuat aku melompat.
Di atas semuanya,
Sekalipun Tuhan tidak terlihat oleh mata jasmaniku, Ia tetap tidak terkalahkan.
Sumber : HTcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.