Rabu, 10 Juli 2013

Carita Sadiki Tentang Beta Pung Negeri


                                       Beta Pung Negeri akang pung nama Tihulale Amalessy


      Negeri Tihulale Amalessy mungkin bagi banyak orang belum mengenal Negeri ini, Sebuah Negeri yang sejuk dan asri benar-benar sangat menyenangkan jika kita hidup dan menikmati alam di sana. 
Dari kecil Beta sangan mencintai Negeri ini, rasa cinta itulah yang memberikan kekuatan postif buat Beta untuk bercerita tentang Negeri Tercinta.

Negeri begitulah masyarakat kami di Maluku menyapanya seperti Desa di Pulau Jawa namun Kami tidak memiliki Kepala Desa melainkan Raja (Upu Latu) yang di hormati sebagi Pimpinan tertinggi di dalam Negeri. Begitu pulah yang terjadi di Negeriku Tihulale Amalessy Tercinta, Negeri yang sangat beta banggakan. Negeri di mana Bapa dan Mama Tinggal membesarkan, mendidik dan menjaga beta hingga tumbuh menjadi dewasa. Negeri di mana memberikan beta masa kecil yang bahagian dan penuh kegirangan, hidup menikmati semua yang alam sediakan.

Negeriku ini terletak di kaki sebuah Gunung yang bernama Totaniwil yang juga di banggakan oleh basudara di Negeri.

Negeriku Tihulale (Amalessy ) adalah salah satu negeri adat di Maluku yang berada tepat di wilayah tiga batang air (Tala Eti Sapalewa),, menurut para sejarahwan dari pusat tiga batang air (Nunusaku) inilah semua negeri-negeri adat di Maluku berasal.
Negeriku berada tepat di wilayah Kecamatan  Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat dengan batas wilayah:
* Sebelah utara berbatasan dengan Hutan Negeri Huku dan Hunitetu
* Sebelah selatan berbatasan dengan Selat Seram
* Sebelah timur berbatasan sekarang dengan Rumakay (Amakele) Air Seaputi
* Sebelah barat berbatasan sekarang dengan Negeri Kamariang (Amalohi) Air Nama Eri


Dapat di tempuh kira-kira 54.0 KM Dari Kota Ambon, 2.6 KM Rumakay, 8,3 KM dari Pelauw, 9,5 KM dari Kulur dengan Tihulale koordinat dan elevasi ::Lintang (lat): 3 ° 27'0 "SBujur (lon): 128 ° 30'0 "EElevation (approx.): 16m
 
Negeriku Tihulale (Amalessy) awalnya berbentuk koloni-koloni berdasarkan marga kemudian menggabungkan diri menjadi soa dan menjadi satu kesatuan Negeri di bawah pemerintahan Upu Latu yang sangat di hormati dan di hargai.



Bahasa yang di gunakan adalah bahasa Waemale-Alune dan Melayu Maluku, terdiri dari 11 Marga Asli di antaranya: Wairata, Salawane,Tuarissa,Atapary, Tualena, Hursina, Tuapetel, Sapury, Nusawakan, Pariama, Sopusina ( Untuk marga Sopusina di Negeri sudah tidak ada lagi yang hidup,) sementara marga di luar marga asli di sebut Malamait di antaranya ada Watimury, Pelamonia, Sihai, Saia, Kelelupna, Lesnussa dll, Tihulale sendiri memiliki arti di Kelilingi Telaga sementara Amalessy artinya Bapak Lebih. Dari marga-marga asli tersebut memiliki Teong masing masing dan tergabung dalam soa dan juga terikat pada adat wariwaa.



Teong"
Teong beta artikan sebagi Panggilan Gelar Mata Rumah Masing-Masing Marga di Negeriku, dari marga-marga di Negeriku dapat beta bagikan nama-nama Teongnya sebagi berikut:


Wairata (Upu Pewaka Suri Au)

Salawane (Upu Ake upu rumah sitanama)
Pariama (Upu Panai Upu Rumah Lei selah)
Atapary (Upu selai Pewaka Soo lalan)
Tualena (Upu Niai Upu Rumah Niniari)
Tuarissa (Upu Hutui upu Rumah Sourissa)
Sapury (Upu selai Pewaka Tanah makah hurui rua)
Tuapetel (Upu selai Pewaka Tanah makah hurui rua)
Nusawakan (Upu uwen haubawa)
Hursina (Upu matita)

Soa"
Soa dapat beta artikan sebagi rukun warga seperti sistim pemerintahan saat ini, di Negeriku ada tiga soa yaitu: 

Soa Kukur (Atapary, Tuapetel, Sapury)
Soa Harur (Salawane, Tuarissa, Tualena Nusawakan)
Soa Lalan (Wairata,Pariama, Hursina)

Wari-waa"

Wari-waa  beta artikan sebagi ikatan persekutuan gandung adik kaka beda marga satu Negeri (Persekutuan adik  kaka dalam pekwinan menyangkut adat) berdasarkan sumpa dan janji yang harus di jaga dan di patuhi. di negeriku terdapat wari-waa sebagi berikut:
Wairata Wariwaa dengan Pariama
Salawane Wariwaa dengan Tuarissa
Atapary Wariwaa dengan Sapuri dan Tuapetel
Tualena Wariwaa dengan Nusawakan 
Hursina Wariwaa dengan Supusina




Negeriku Tihulale (Amalessy) sendiri adalah bagian dari saniri Tala Eti Sapa lewa, dan berada pada saniri Ina Ama Talabatai yang beranggotakan negeri-negeri adat di antaranya Negeri Latu-Hualoy ( Ina Ama Tuni Siwalete Sarimetene ), Negeri Kaibobu ( Ina Ama Tahisane Poput Samale ), Negeri Elpaputih ( Ina Ama Tahisane Pesihalule ), Negeri Kairatu ( Ina Ama salibubui ), Negeri Watui ( Ina Ama Sailewoi), Negeri Huku Kecil dan Huku Anakota (Moin Nikwele), Negeri Lohia Tala ( Lohie ), Negeri Tihulale ( Amalessy Risapory Sariata ), Negeri Makariki (Siwalete Maatita), Negeri Amahai (Lounussa Maatita), Negeri Soahuku (Riripori Kalapessy) dan Negeri Wasia (Mauwen Tinai), yang berada diwilayah air Tala (Sungai Tala) 

Lembaga tertinggi di Negeriku Tihulale (Amalessy) adalah Badan Saniri Negeri, Negeriku Tuhulale ( Amalessy) sendiri di Pimpin oleh Raja ( Upu Latu) yang di bantu Wakil Raja, (sekarang di gunakan sekertaris), Kewang ( Polisi Hutan), Marinyo (Juru Bicara/Pemberi pesan atau Tita raja) Kepala-Kepala Soa, Kapitang, Maueng, dll.

Negeriku Tihulale (Amalessy) memiliki 3 anak dusun masing di pimpin oleh kepala dusun yang di pilih oleh warga, 3 anak dusun tersebut adalah, Dusun Lahena, Dusun Hatukawa, dan Dusun Waiitibu (Penduduk muslim buton yang di berikan tempat di oleh Negeri Tihulale, namun saat konfilk Maluku sudah meninggalkan dusun tersebut dan sudah di tempati oleh anak Negeri Tihulale Amalessy sendiri)



Warga Negeriku beragama Kristen, terdiri dari 99 % adalah Protestan dengan 1 buah Gereja dan 1 % Adven dengan 1 buah Gereja, dengan bermata pencaharian : Petani/Peternakan, Nelayan, Pns, Polisi/Tentara, Pedagang/Papalele, Wirasuasta, dengan hasil Perkebunan berupa Pala, Cengke,Kalapa (saat ini untuk hibridah dijadikan sopi),Sagu, Coklat, Rambutan, Durian, Gandaria dll, untuk hasil laut berupa Ikan, Kerang (Bia), Taripang (teripang), dll, hasil hutang berupa Kayu (Meranti,Lenggua,Nani, Besi, dll) Rotan, Damar dll


Di Negeri Tuhulale Amalessy memiliki tingkat pendidikan mulai dari Pendidikan Usia Dini (PAUD) Taman Kanak-Kanak (TK) dengan satu bangunan sekolah, Sekolah Dasar (SD) dengan satu bangunan sekolah, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP atau SMP) dengan satu bangunan Sekolah, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA atau SMA) dengan satu bangunan sekolah,





Negeriku mengenal tiga macam cara perkawinan yaitu Kawin minta, Kawin Lari, dan kawin masuk .
Kawin Minta.
Kawin Minta yang terjadi apabila seorang pemuda telah menemukan seorang gadis yang hendak dijadikan istri, maka ia akan memberitahukan hal itu kepada orang tuanya. Kemudian mereka mengumpulkan anggotafamili untuk membicarakan masalah itu dan membuat rencana perkawinan. Disini diperbincangkan pula pengumpulan kekayaan untuk membayar mas kawin, perayaan perkawinan dan sebagainya. Akan tetapi cara perkawinan semacam ini umumnya kurang diminati terutama bagi keluarga ang kurang mampu karena membutuhkan biaya yang besar.

Kawin Lari
Kawin Lari atau Lari Bini adalah sistem perkawinan yang paling lazim. Hal ini terutama disebabkan karena pasangan umumnya lebih suka menempuh jarak pendek untuk menghindari prosedur perundingan dan upacara. Kawin lari sebenarnya tidak diinginkan dan dipandang kurang baik oleh kaum kerabat wanita namun disukai oleh pihak pemuda. Terutama karena pemuda hendak menghindari kekecewaan mereka bila ditolak dan menghindari malu dari keluarga pemuda karena rencana perkawinan anaknya ditolak oleh keluarga wanita. Bisa juga karena takut keluarga wanita menunggu sampai mereka bisa memenuhi segala persyaratan adat.

Kawin Masuk (Manua)
Kawin Masuk atau Kawin Manua. Pada perkawinan ini, pengantin pria tinggal dengan keluarga wanita. Ada tiga sebab utama terjadinya perkawinan ini:
  1. Karena kaum kerabat si pria tidak mampu membayar mas kawin secara adat.
  2.  Karena keluarga si gadis hanya memiliki anak tunggal dan tidak punya anak laki-laki sehingga si gadis harus memasukkan suaminya ke dalam klen ayahnya untuk menjamin kelangsungan klen.
  3. Karena ayah si pemuda tidak bersedia menerima menantu perempuannya yang disebabkan karena perbedaan status atau karena alasan lainnya.

Makanan Tradisional berupa Papeda, Sagu Lempeng, Ikang Bakar deng colo-lolo, sanyoli, ulat sagu, kasbi/singkong (apalagi kasbi kuning baliling), dll. Alat Muslk yang biasa di mainkan : Suling Bambu, Juk/Ukulele, Kulia Bia/Kulit Kerang, Tifa, Gong. Tarian yang biasa di mainkan adalah Cakalele/tari perang, Tari Lenso, Tari Bambu Gila, Tari Gaba-gaba, dll, Permainan Tradisional yang biasa di maiankan yaitu, Patok Kanari, Oles, Leng-Kalileng, Sumpit biji Taspeha, Tirem/perang-perangan, Benteng dan masih banyak lagi permainan yang beta sandiri su lupa akang pung nama

 Negeri ku ini sangat khas dengan alam yang masih alami baik hutan dan lautan serta kehidupan penduduknya, Seni-budaya dan tradisinya. Banyak jenis burung-burung langka mulai dari kakatua hitam, kakatua putih, sampai burung nuri. Keunikan lainnya di Negeriku ini terdapat sebua telaga yang sangat indah saat musim penghujan, di mana banyak sekali burung-burung imigan yang datang bertelur dan mencari makan di telaga tersebut, masyarakat di Negeriku memanggilnya Telaga Tihu. selain Telaga Tihu ada juga yang tidak kalah menarik yaitu Air Terjun, di Negeriku terdapat dua 3 buah Air terjun, yaitu Air terjun Tane, Air terjun Lahena, Air Terjun Wailatu. ketiga air terjun ini sama sekali belum perna di garap, namun sering di gunakan untuk menjadi tempat rekriasi oleh muda-mudi di Negeriku saat Liburan Akhir tahun terutama Air terjun Tane.


Selain Telaga dan Air terjun di Negeriku juga memiliki keindahan pantai yang tidak kalah menarik dengan pantai-pantai di Dunia, pasirnya tidak putih seperti pantai pada umumnya, pasir yang memiliki ciri tersendiri dan akan berwarna jingga saat terkena sina matahari ketika terbenam. laut yang jerni dan terumbu karang yang indah membuat Beta selalu rindu untuk pulang dan menikmati semua kehindahan itu yang tidak beta dapat di tempat sekarang ini.

Tradisi dan budaya yang ada di Negeriku masih di jaga sampai saat ini, mulai dari tradisi Masohi, Pelantikan Raja, Sasi, Panas Pela, Perkawinan dll.




kalau sempat berkunjung ke Negeriku anda pasti akan ketagian dengan rasa buah Durian khas Negeriku, sangat lejat durian yang langsung jatuh dari pohon, jika anda dalam perjalanan melintasi Negeriku saat musim durian anda akan menemukan durian dengan harga dan rasa yang bisa membuat anda ketagian.

Jika perjalanan anda dari kota Ambon menuju ke Masohi Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah menempu jalur darat anda akan melalui beberapa Negeri sebelum melewati Negeri Tihulale Amalessy, Mulai Dari Waipirit, Gemba, Kairatu, Kelapa dua, Seriawan, Kamariang dan kemudian anda akan melalui petuanan Negeri Tihulale mulai dari batas Negeri di Waimeten, Tihuain, selanjutnya Waitibu,Sapirwaeng, Herlesy, Waisapa, Risamahu, Waihira, Amantawari, Masuk Negeri Tihulale, Lahena dan berakir di Seputih, selanjutnya anda akan masuk petuanan Negeri Rumakai dan seterusnya sampai di Masohi.
 

Mungkin ini Beta pung carita  tentang Negeri di mana Beta di besarkan, sesuai dengan apa yang beta alami, beta dengar dan rasakan di Negeri yang beta cinta. bagi anak Negeri yang merasa apa yang beta ceritakan keliru dan masih kurang mohon masukan dan kritiknya.
Yang belum perna datang dan mengetahui Beta pung negeri Semoga Penasaran dan mau berkujung.

9 komentar:

  1. bt minta minta maaf sebelumnya kaka...

    tapi untuk ktng tuarissa bukan dari soa harur tapi soa kukur...

    maaf kaka klw bt z stuju denga apa yang kaka masukan di blog...

    jang marah kaka..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk ad Tuarissa Bersaudara apa yang kk ceritakan berdasarkan apa yang terjadi di negeri dan cerita beberapa orang tua sebagi narasumber, tetang Tuarissa adalah soa Harur itu berdasarkan yang selama ini kk tahu dan lihat dalam praktek adat selama ini di negeri, tentang Tuarissa adalah soa kukur kaka belum tahu ceritanya dan alasannya kenapa. masukan ada sayangt baik, dan akan menjadi bahan penelitian kk nantinya,

      dangke untuk masukannya

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. perlu saya koreksi,sebab ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan semestinya, yakni:
    1. teong negeri hualoy adalah;
    Ina Ama Tuni Siwarete Sarimetene Samalohi Ririnita bukan Tuni Siwalete Sarimetene
    2. negeri hualoy memiliki teong sendiri bukan satu teong dengan latu
    3. desa latu dan hualoy bukan satu negeri, tetapi berbeda, hualoy memiliki pemerintahan sendiri, begitupun dengan latu.
    4. latu bukan negeri adat, dan latu juga tidak termasuk di dalam struktur ina ama saniri talabatai
    sehingga tulisan anda perlu untuk tinjau kembali.
    hormate upu ilai tumpaka amanno punnyo, upu amanno Tuni Siwarete Sarimetene Samalohi Ririnita (Hualoy)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk informasihnya dan masukannya Warin Manawa Samaohi,

      Hapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.